Browse By

Anggota DPRD Karawang Fernando Doglas Gelar Reses di Jatisari, Serap Aspirasi dan Edukasi Warga

KARAWANG, Zetta News – Masa reses sejatinya adalah panggung pembuktian bagi wakil rakyat untuk kembali ke akar rumput. Hal inilah yang dilakukan oleh Fernando Doglas Pangaribuan, S.Kom., anggota DPRD Kabupaten Karawang periode 2024-2029 dari Fraksi PDI Perjuangan.

Pada Selasa (10/02/2026), legislator muda ini menggelar agenda reses di dua titik strategis, yakni Desa Cirejag dan Desa Cikalongsari, Kecamatan Jatisari. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga upaya serius dalam menjaring kebutuhan riil masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) tersebut.

Edukasi Politik: Memahami 3 Fungsi Utama DPRD

Satu hal yang menonjol dari gaya reses Fernando adalah misinya dalam memberikan edukasi politik. Ia menekankan agar masyarakat memahami Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) DPRD, sehingga usulan yang disampaikan tepat sasaran. Tiga pilar tersebut meliputi:

  1. Legislasi: Penyusunan Peraturan Daerah (Perda) yang berpihak pada kepentingan rakyat.
  2. Anggaran (Budgeting): Mengawal distribusi APBD agar menyentuh sektor-sektor krusial di desa.
  3. Pengawasan: Memastikan proyek infrastruktur dan kebijakan pemerintah berjalan transparan dan bermanfaat.

“Reses ini adalah rehat dari aktivitas kantor, tapi bukan untuk bersantai. Ini adalah waktu bagi kami untuk merasakan langsung denyut persoalan warga,” ujar Fernando di hadapan konstituennya.

Sinergi Senior dan Junior: Tantangan Keberlanjutan di Jatisari

Menariknya, Fernando didampingi oleh sosok senior yang akrab disapa “Abah”, anggota DPRD Karawang periode 2009-2014. Kehadiran mentor politik ini memberikan kesan adanya estafet perjuangan pembangunan di wilayah Jatisari.

Namun, kehadiran tokoh senior ini sekaligus memberikan tantangan kritis bagi Fernando. Sebagai wajah baru, publik akan menyoroti apakah ia mampu menyamai atau bahkan melampaui capaian pendahulunya dalam merealisasikan aspirasi fisik maupun non-fisik bagi warga.

Mengawal Janji: Dari Catatan Menuju Realisasi

Dalam sesi interaktif, warga Jatisari didorong untuk menyampaikan berbagai keluhan, mulai dari masalah infrastruktur hingga kesejahteraan sosial. Fernando berkomitmen mencatat seluruh usulan untuk diperjuangkan dalam rapat paripurna mendatang.

Secara edukatif, masyarakat perlu menyadari bahwa fungsi reses tidak berhenti pada tahap penyampaian “uneg-uneg”. Warga harus aktif mengawal apakah catatan tersebut bertransformasi menjadi pembangunan nyata atau hanya berakhir sebagai dokumen administratif rutin.

Langkah rendah hati Fernando dengan mengajak masyarakat “sama-sama belajar” adalah modal awal yang positif. Kini, publik menanti bagaimana fungsi anggaran dan pengawasan yang ia janjikan dapat membawa perubahan signifikan bagi Kecamatan Jatisari. (Red.)