Sebut Khamzat Chimaev “Banyak Omong”, Kubu Alex Pereira Makin Ambisius Hancurkan Si Serigala

LAS VEGAS, Zetta News. – Tensi panas menyelimuti persaingan di papan atas UFC setelah tim pelatih Alex Pereira melontarkan kritik pedas terhadap Khamzat Chimaev. Kubu “Poatan” secara terang-terangan menyebut petarung berjuluk “Si Serigala” tersebut terlalu banyak bicara dan kini merasa semakin bersemangat untuk menghancurkan dominasi Chimaev di dalam oktagon.
Perseteruan ini memicu spekulasi besar mengenai potensi laga superfight yang bisa saja mempertemukan sang raja kelas berat ringan dengan sang predator tak terkalahkan di kelas menengah.
“Banyak Omong”: Kritik Pedas dari Kubu Alex Pereira
Kritik ini bermula dari pernyataan pelatih kepala Alex Pereira yang merasa bahwa Khamzat Chimaev terus berusaha mencari panggung dengan menantang kliennya di berbagai media sosial. Menurut pihak Pereira, Chimaev seharusnya lebih fokus pada aksi di oktagon daripada membangun narasi yang dianggap berlebihan.
“Chimaev banyak bicara, tapi kami tahu apa yang harus dilakukan. Semakin dia banyak bicara, semakin besar motivasi kami untuk membungkamnya. Kami siap menghancurkan si serigala,” ujar perwakilan dari tim Pereira dalam sebuah wawancara terbaru.
Perbedaan Gaya Bertarung: Striking vs Wrestling
Persaingan ini sangat dinantikan oleh para penggemar MMA dunia karena perbedaan gaya bertarung yang kontras:
- Alex Pereira (The Striker): Dikenal dengan kekuatan bogem mentah yang mampu menjatuhkan lawan seketika (one-punch knockout power). Kekuatan striking-nya telah terbukti menaklukkan banyak juara.
- Khamzat Chimaev (The Wrestler): Memiliki kemampuan gulat (grappling) yang dominan dan gaya bertarung agresif yang kerap membuat lawan kelelahan di ronde-ronde awal.
Pertemuan keduanya diprediksi akan menjadi duel klasik antara petarung berdiri melawan ahli ground fighting.
Tantangan Berat bagi Chimaev di Kelas yang Lebih Tinggi
Bagi Khamzat Chimaev, menantang Alex Pereira berarti harus naik ke divisi yang lebih berat. Pereira saat ini berstatus sebagai salah satu juara paling dominan di kelas berat ringan (Light Heavyweight). Jika laga ini terealisasi, Chimaev harus menghadapi risiko perbedaan berat badan dan jangkauan pukulan yang luar biasa dari Pereira.
Namun, Chimaev yang dikenal tidak mengenal takut, tetap bersikeras bahwa ia mampu “menenggelamkan” Pereira jika berhasil membawanya ke kanvas.
Prediksi UFC 2026: Akankah Superfight Terealisasi?
Memasuki pertengahan tahun 2026, UFC dikabarkan tengah meninjau berbagai kemungkinan laga besar untuk mendongkrak pay-per-view (PPV). Dengan nama besar yang dimiliki kedua petarung, duel Pereira vs Chimaev dianggap sebagai salah satu laga paling “laku” untuk dijual kepada publik global.
Para analis percaya bahwa jika Chimaev mampu mengamankan satu kemenangan besar lagi di divisinya, tantangan terhadap Pereira tidak akan lagi sekadar menjadi “omongan” di media sosial.
